Tips Menangkap Potret Supermoon untuk Kamu yang Hobi Fotografi

0
242
Tips Menangkap Potret Supermoon untuk Kamu yang Hobi Fotografi (web)

TRAVELCUY.com : Fenomena Supermoon dan Blue Moon yang bakal muncul di langit Indonesia pada 31 Januari 2018 akan sangat menarik untuk diabadikan. Terutama untuk kamu yang hobi fotografi. Menangkap gambar bulan penuh berwarna kemerahan itu menjadi fenomena langka yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Apa saja sih yang perlu kita siapkan untuk mengambil gambar yang baik saat fenomena itu terjadi? Simak tips yang Travelcuy lansir dari Phinemo berikut ini :

Cari Tau Waktu Terbaik Menyaksikan Gerhana

Melansir Phinemo, yang pertama adalah kita harus tahu pasti kapan terjadinya gerhana bulan itu akan tiba, dan pastikan bulan berada di angle atau arah yang tepat untuk kita potret.
Kita dapat pelajari tanggal, jam, dan lokasi pasti kejadian gerhana tersebut dengan mencari informasi dari pusat astronomi, internet, dan media lain.

Usahakan gunakan kamera DSLR atau Mirrorless

Siapkan alat-alat pelengkap untuk memotret bulan yaitu tripod, lensa tele range 400 sampai 600 milimeter. Carilah tempat yang tidak banyak cahaya, jauhi perkotaan dan bila memungkinkan cari tempat yang tinggi untuk menghindari kebocoran cahaya.

Datanglah ke tempat yang sudah ditentukan terlebih dahulu karena tidaklah mudah untuk mengatur aperture di kamera dengan tepat, tanpa riset sebelumnya. Pastikan juga pada musim kemarau, karena untuk mendapatkan gambar yang jelas dan tidak terlalu banyak awan yang terbaik pada musim kemarau.

Teknik Pencahayaan

Untuk mendapatkan ketajaman gambar yang maksimal gunakanlah F (diafragma) di atas 8.0 dan set ISO di bawah 200 untuk mendapatkan kualitas gambar yang jernih.

Jangan ragu menggunakan shutter speed tinggi (1/125 – 1/400) saat menggunakan tripod atau (1/1000 – 1/4000) tanpa tripod, demi mendapat detail tekstur bulan. Objek foreground mungkin akan cenderung gelap, tapi itu tak masalah.

Hindarkan dari guncangan apapun, termasuk saat menekan shutter, itu juga dapat memberi efek guncangan. Memang kita menggunakan shutter speed tinggi yang dapat meminimalisir goncangan, untuk menjaga kualitas jepretan foto, alangkah lebih baik kita menggunakan tripod.

Termasuk saat menekan shutter, menggunakan kabel shutter akan lebih baik. Jika tidak memiliki kabel shutter, gunakan fungsi timer di kamera.

Jangan lupa matikan stabilizer yang ada di lensa bila ada, karena dapat menimbulkan efek shaky. Fokuskan secara manual juga untuk mendapat titik yang tepat dan lepas filter lensa bila ada.

Jangan Batasi Jumlah Jepretan

Lebih baik bawa kapasitas kartu memori yang besar agar bisa mengambil gambar beberapa kali secara berkelanjutan. Ini untuk mendapatkan hasil terbaik, khususnya dengan kamera DSLR berlensa tele. Memotret dengan panjang eksposur berbeda-beda akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan foto terbaik.

Secara berkala tingkatkan eksposur sampai gambar bulan menjadi gelap.

Pilih foreground yang Menarik

Untungnya bulan bergerak lambat sehingga pastikan cukup waktu untuk mendapatkan foreground berupa bangunan, pohon, atau obyek lain untuk mendukung gambar bulan pada posisi yang tepat. Karena akan sangat monoton jika di dalam frame hanya ada bulatan bulan tanpa pemanis apapun.

(Vetra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.