Tips Cara Membuat Ladu Garut

0
193

GARUT, TRAVELCUY.com: Ladu. Sebuah makanan sederhana khas Kabupaten Garut, makanan ini terbuat dari beras ketan dan layak dicoba.

Tekstur makanan ini agak kasar dan jika digigit kenyal mirip dodol. Namun sensasinya berbeda dan inilah yang membuat ladu makanan tradisional khas yang pertama dipopulerkan oleh masyarakat Malangbong Garut benar-benar khas.

Untuk mendapatkan ladu tidaklah susah, dengan banyaknya sentra oleh-oleh yang menyediakan aneka makanan khas, kita dengan mudah mendapatkan makanan yang wajib Anda coba.

Mungkin kita sangat populer dengan nama dodol garut atau chocodot dan biasa menjadikanya sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat tercinta.

Nah, kali ini cobalah ladu dijadikan sebagai bingkisan unik untuk kita jadikan oleh-oleh sepulang kita berkunjung dan menikmati tempat wisata di Garut.

Lantas bagaimana cara pembuatan dan bahanya. Sangat mudah. Anda harus siapkan terlebih dahulu bahan dasarnya tepung ketan putih yang sudah disangrai (dimasak dengan cara digoreng tanpa minyak).

Bahan pelengkapnya antara lain gula putih, gula aren merah dan kelapa yang sudah diparut.

Cara pembuatannya pun sangat sederhana. Setelah bahan-bahan terkumpul, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan wadah sejenis wajan di atas tungku api yang suhunya bisa diatur stabil.

Masukan parutan kelapa, dicampur dengan gula aren merah. Aduk dan biarkan adonan dipanaskan selama 1,5 jam hingga menjadi cairan kinca mengharum.

Kemudian, masukan gula dan aduk hingga merata. Kemudian tuangkan tepung ketan putih yang sudah disangrai. Aduk selama 2 jam hingga akhirnya mengental.

Setelah matang, tuang adonan ke atas meja yang sudah dialasi pelastik atau kertas kue yang diatasnya sudah ditaburi atau dilapisi tepung ketan putih, agar tidak lengket.

Pilin-pilin adonan hingga membentuk pipa berdiameter 3-6 cm, lalu potong-potong dengan panjang 15-20 cm.

Langkah terakhir adalah pengemasan. Ladu Ketan khas Malangbong tidak menggunakan bahan pengawet. Sehingga masa kadaluarsanya sangat pendek.

Rata-rata Ladu Ketan Malangbong hanya bisa bertahan antara empat sampai tujuh hari setelaah diproduksi.

Menurut pak Ade salah cucu dari ibu Ma’la, pengrajin Ladu, permintaan makanan olahan terutama Ladu Ketan selalu meningkat pesat. Namun tidak diperjualbelikan seperti sekarang.

“Semakin lama, Ladu Ketan buatan Ma’lah semakin dikenal dan digemari masyarakat,” kata Ade.

Konon, hal itu dikarenakan citarasanya yang sangat khas. Otomatis, permintaan pembuatan Ladu Ketan pun semakin meningkat. Terutama permintaan yang datang dari kalangan menak dan orang-orang terhormat seperti Camat, Lurah, Staff Pemerintahan dan lain-lain.

Bagi yang Melintas Malangbong jangan lupa Mampir ke Ladu Ibu Khalifah di Jln. Legek Malangbong, Garut.

Dian Ahmad Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.