Mitos 2 Ikan Purba dan Keangkeran Telaga Warna

0
322
Mitos 2 Ikan Purba dan Keangkeran Telaga Warna (tribunnews)

BOGOR, TRAVELCUY.com – Telaga warna yang berada tak jauh dari Puncak Pass Bogor, merupakan obyek wisata alam yang cukup populer. Telaga ini terlihat indah dan bila kita lihat pada hari yang cerah, airnya terlihat berwarna-warni. Namun di balik keindahan danau dan alam disekitarnya, nuansa mistik juga menyelimuti lokasi tersebut.

Menurut informasi dari warga sekitar, dulu Telaga Warna ini dikenal sangat angker. Nyaris tidak ada orang yang berani mendekati tempat itu pada zaman dahulu. Hal itu bertolak belakang dengan kondisi saat ini yang sudah menjadi objek wisata dan dikunjungi banyak orang.

“Kalo zaman dulu kan orangnya berpikir secara mistis, saya kan kecil di sini, kadang-kadang ke sini tuh takut karena banyak cerita, banyak hantu dan segala macemlah yang diceritakan,” kata Koordinator ‎Lapangan LDK Fredy Sulaiman, melansir tribunnews.

Selain angker, menurut masyarakat sekitar, di telaga ini juga hidup 2 ekor ikan purba berwarna hitam dan kuning. Konon, apabila ada orang yang mampu melihat ikan purba berukuran besar tersebut dan meloncat ke atas permukaan telaga, maka segala cita-citanya akan tercapai dan terkabul.

Di sisi lain, terdapat pula sebuah legenda unik yang berkembang secara turun temurun di kalangan masyarakat sekitar mengenai asal mula terbentuknya Danau Telaga Warna.

Telaga Warna (publik domain)

Menurut legenda yang tertulis di sana, sebelum munculnya Telaga Warna, berdiri sebuah kerajaan besar bernama Kerajaan Kutatanggeuhan. Kerajaan ini dipimpin seorang raja bernama Prabu Swarnalaya yang memiliki putri bernama Gilang Rukmini.

Singkat cerita, putri raja Gilan Rukmini ini tidak puas dengan perhiasan pemberian ayahnya. Kemudian putri ini marah, melempar‎ semua perhiasan itu yang membuat bumi berguncang. Dari permukaan tanah keluar air yang semakin lama semakin membesar sehingga membentuk sebuah telaga dan menenggelamkan Kerajaan Kutatanggeuhan beserta segala isinya.

Dari dasar telaga memancarkan cahaya berwarna-warni yang diduga berasal dari kalung yang telah bercerai berai. Karena itulah, danau tersebut dinamakan Telaga Warna.

“Keanehan ini yang membuat banyak orang mengambil airnya untuk obat. Bahkan di bulan dan hari tertentu, tempat ini sering dijadikan tempat ziarah oleh masyarakat yang mempercayai hal itu,” kata seorang warga sekitar Supandi.

(Vetra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.