Jejak Telusur – Kota St Petersburg di Rusia

0
255
gereja Spilled Blood (publik domain)

TRAVELCUY.com : Saint Petersburg merupakan kota di federasi Rusia. Walau hanya sebagai kota federal, namun St Petersburg menjadi pusat pemerintahan. Kota ini merupakan kota pelabuhan yang terletak di tepi sungai Neva, di teluk Finskiy.

St Petersburg termasuk kota termaju di dunia sejak zaman dulu. Di kota ini sistem kereta bawah tanah sudah berjalan sejak 1955, saat kota-kota lainnya tengah membangun sistem transportasi serupa. Saat ini St Petersburg menjadi pusat industri, ilmu pengetahuan, dan budaya. Perekonomian juga cukup berkembang, sehingga di kota ini terdapat industri mesin, baja, kimia, hingga pangan.

Selain itu, keindahan kota menjadi aset berharga dunia pariwisata di St Petersburg. Mau tahu lebih dalam mengenai kota yang kaya dengan peninggalan sejarah masa silamnya ini. Berikut TRAVELCUY merangkum jejak telusur kota St Petersburg yang dilansir dari berbagai sumber :

1. Sejarah Saint Petersburg

St Petersburg yang pernah menjadi ibu kota kekaisaran Rusia pada tahun 1712 hingga 1728 dan 1732 hingga 1918, didirikan peter yang agung pada tahun 1703. Di kota ini pula revolusi besar-besaran pernah meletus, tepatnya pada 1917 yang disebut denga revolusi Februari dan revolusi Oktober. Sebelum bernama St Petersburg, kota yang luasnya hampir 1500 kilometer persegi ini, dinamai Pertograd selama 10 tahun mulai 1914 hingga 1924. Dan setelah itu berganti nama menjadi Leningrad hingga 1991. Nama terakhir diberikan untuk mengenang sang penguasa Rusia dulu, Vladimir Lenin.

Wajah kota Leningrad era Perang Dunia ke II (publik domain)

Saat masih bernama Leningrad inilah Nazi pernah mengepung pada masa perang dunia II selama 882 hari sejak september 1941, hingga 27 januari 1944. Tentara Uni Soviet berhasil membebaskan Leningrad dari kepungan tentara Jerman tersebut. Namun 1 juta 500 ribu warga kota Leningrad tewas dalam pembebasan kota leningrad, hingga kota ini digelari kota pahlawan.

Kini, St Petersburg merupakan kota terbesar kedua setelah Moskow. Salah satu yang istimewa dari kota ini adalah posisinya yang terletak di sepanjang sungai Neva di ujung teluk Finland di laut Baltic. Menjelajahi kota lewat kanal, membuat siapa saja yang melakukannya akan merasa terpuaskan. Keindahan seni arsitektur barok dan neo klasik kokoh disepanjang jalan di kota ini.

Atas keindahan dan terawatnya peninggalan kota dengan segala bentuk klasiknya itulah, UNESCO menjadikan St Petersburg sebagai situs warisan dunia.

St Petersburg Saat Ini (publik domain)

2. Tempat – Tempat Menarik di St Petersburg

  • Istana Peterhof

Sebagai kota yang kaya akan peninggalan klasik, seni arsitektur menjadi salah satu yang paling menarik untuk dikunjungi. Istana Peterhof adalah tempat yang selalu menjadi tempat tujuan wisatawan ketika berada di St Petersburg. Istana Peterhof pada awalnya sebagai istana musim dingin bagi keluarga kaisar Rusia yang dibangun 1710 oleh peter yang agung, di tepi laut baltic. sebuah taman berada di sisi kompleks dengan tebing setinggi 16 meter yang berjarak 100 meter dari bibir pantai. Taman ini terbagi dua oleh sebuah kanal besar yang dibangun pada zaman barok. Atraksi utama dari Taman Peterhof adalah istana utama atau Grand Palace dan taman kecil atau Upper Palace.

Istana Peterhof (publik domain)

Selain keindahan bangunan, di taman ini terdapat lebih dari 100 buah air mancur digerakan tanpa bantuan pompa, melainkan karena tekanan dari ketinggian tempat penampungannya. Mengunjungi taman ini paling tepat saat musim panas, karena semua air mancur difungsikan.

  • The Hermitage Museum

Tempat lainnya yang menarik untuk dikunjungi saat berada di St Petersburg adalah museum The Hermitage. Museum ini didirikan karena kegemaran Kaisar Catherine agung mengoleksi ratusan lukisan dari Jerman, sekitar 1764. Saking banyaknya koleksi dari museum ini, koleksi harus disimpan di 10 bangunan berbeda. Terdapat 3 juta barang koleksi di museum ini. Selain lukisan ada pula patung, benda antik seperti relief dari zaman mesopotamia, artefak, perhiasan kuno, benda seni dekoratif, seperi permadani, mosaik, vas, dan benda klasik lainnya yang terbagi dalam 13 kategori.

The Hermitage Museum (publik domain)
  • Benteng Peter and Paul Fortress

Tempat yang selalu didatangi ketika ada di St Petersburg lainnya yaitu, Benteng Peter and Paul Fortress. Benteng ini terletak di atas tanah yang dikelilingi sungai Neva. Keindahan tempat ini, tak kalah indah dengan kota-kota mode seperti Paris, Milan, maupun New York.

Peter and Paul Fortress (publik domain)
  • Gereja Spilled Blood

Gereja ini dikenal dengan gereja juru selamat. Arsitek yang merancang katedral tersebut meniru kuil abad pertengahan Moskow, desain mosaik yang menghiasi interiornya diciptakan oleh seniman terkenal pada akhir abad ke-19. Jika Anda berkunjung ke gereja ini, pastikan untuk melihat katedral dari dalam. Pada pukul 07.30 pagi, Anda dapat memasuki katedral secara gratis selama pelayanan Ortodoks Rusia.

gereja Spilled Blood (publik domain)
  • St. Isaac’s Cathedral

Jika Anda datang ke gereja St. Isaac’s Cathedral jangan lupa untuk berfoto karena gereja ini memiliki kubah emas tertinggi ketiga di Eropa bahkan terlihat dari kejauhan belasan kilometer. Pembangunan gereja ini memakan waktu 40 tahun lamanya mulai 1818 hingga 1858. Pemandangan terbaik katedral St. Isaac dapat dilihat dari pusat alun-alun Isaakievskaya.

St. Isaac’s Cathedral (shutterstock)
  • Kazan Cathedral

Gereja ini ditandai sebagai peringatan kemenangan Rusia atas Napoleon setahun setelah pengudusan 1811. Jika Anda ingin melihat keindahan gereja katedral Kazan cobalah lihat dari sisi Prospek Nevsky, lalu lihat dari jendela Singer Coffee Shop yang terletak di lantai dua toko buku The House of Books.

Kazan Cathedral (publik domain)

3. Masjid St Petersburg dan Presiden Soekarno

Sebagai bekas negara komunis, kita bisa saja terheran-heran dengan keberadaan mesjid megah berwarna biru yang disebut masjid St Petersburg. Saat rezim komunis berkuasa di Uni Soviet, masjid ini sempat dialih fungsikan menjadi gudang, tepatnya pada 1940 hingga 1956. Namun saat presiden pertama Indonesia, Insinyur Soekarno berkunjung ke St Petersburg pada 1956, masjid yang dibangun pada 1913 tersebut dikembalikan ke fungsi asalnya.

Masjid St Petersburg (flickr)

Soekarno yang datang bersama putrinya, megawati, sangat kecewa melihat masjid diperlakukan tidak selayaknya. Soekarno meminta presiden Uni Soviet kala itu, Nikita Kruschev pada jamuan kenegaraan di Kremlin untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah umat muslim. Permintaan tersebut seperti tidak mungkin dikabulkan oleh Kruschev yang menerapkan marxisme dalam bernegara.

Tapi ternyata kharisma Soekarno yang memaksa Kruschev mengabulkan permintaan orang nomor satu Indonesia tersebut. Kruschev segera memerintahkan untuk mengembalikan fungsi masjid yang berdiri tepat berhadapan dengan benteng Peter dan Paul itu. Bahkan pengembalian fungsi masjid St Petersburg tanpa syarat apapun. Peristiwa tersebut menjadi catatan bersejarah kaum muslim di Uni Soviet. Dan hingga kini nama Soekarno selalu dikenang oleh jemaah masjid yang arsitekturnya dibuat arsitek non muslim, diantaranya Nikolai Vasilyev, Stepan Krichinskiy dan Alexander Von Gogen.

Kedekatan Soekarno dengan para pemimpin Uni Soviet (publik domain)

4. The Amber Room, Lokasi Harta Karun yang Menakjubkan

Yang tak boleh dilewatkan ketika berada di St Petersburg adalah mendatangi replika The Amber Room, sebuah harta karun paling unik di sepanjang sejarah.

Ruangan berukuran hampir 3,5 meter persegi dengan dinding bertatahkan batu amber tersebut, terdapat peninggalan yang bernilai tinggi, seperti cermin besar yang di setiap sisinya terdapat daun terbuat dari emas, empat buah mosaik florentine.

The Amber Room (publik domain)

Amber room terletak di Istana Katherine, dekat St Petersburg. Tersusun dalam 3 tingkat dan replika ruangan tersebut bertahtakan permata. Loleksi benda seni buatan Prusia dan Rusia yang dibuat saat raja Friedrich I dari Prrsia akan memberikannya pada peter yang agung pada tahun 1716. diperkirakan nilai harta karun tersebut lebih dari 1,5 triliun rupiah.

Saat Nazi menyerang St Petersburg, penjaga Amber Room sempat khawatir, dan mencoba memindahkan harta karun tersebut. Namun karena dindingnya remuk, akhirnya hanya menutupi ruangan dengan dinding buatan. Namun usaha tersebut gagal, Nazi sempat memindahkan harta karun tersebut ke Istana Konigsberg selama perang pada 1941.

Ketika Konigsberg menyerah, April 1945, Amber Room menghilang, dan hingga kini tidak pernah ditemukan, sehingga dibangun replikanya yang menjadi salah satu kawasan wisata saat ini.

5. Kucing yang diperkerjakan di State Hermitage Museum

Ada yang unik jika kita mengunjungi museum the herimtage, St Petersburg, yaitu banyaknya kucing yang berkeliaran. Ternyata kucing-kucing tersebut merupakan pegawai tetap di museum tersebut. Museum hermitage sudah mempekerjakan kucing-kucing tersebut sejak 1764, silam, ketika Catherine yang agung mendirikan museum ini.

Pada awalnya kucing yang dipekerjakan dibawa dari Kazan ke St Petersburg dengan menempuh perjalanan sejauh 1500 kilometer.

Sudah tidak terhitung berapa banyak kucing yang pernah dipekerjakan. Tugas dari kucing-kucing tersebut adalah untuk melindungi lukisan dari serbuan tikus. Bahkan kucing-kucing ini mendapat jabatan formal dan diberi imbalan.

Kucing di Hermitage Museum (telegraph)

Saat ini museum mempekerjakan sebanyak 60 kucing. Sebagai penghargaan terhadap dedikasi para kucing, museum sering kali menyelenggarakan pameran.

Bukan hanya pameran, tapi juga pihak museum secara rutin menggelar kontes menggambar kucing bagi anak-anak setiap tahunnya. Dan setelah pengelolaan museum lebih modern, catatan tentang kucing yang bekerja di museum tersebut, terdokumentasikan dengan baik.

(Vetra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.